Berpikir dulu? atau bertindak dulu?
Posted by ruangpena88 pada Desember 1, 2008
Di kisahkan seorang suami hidup dengan istrinya dan memiliki satu orang anak yang masih kecil. Suatu ketika air bah tiba-tiba saja menyerang dan menghancurkan desa tempat tinggalnya. Istrinya berhasil lelaki itu selamatkan tapi tidak dengan anaknya.
Lalu terjadi percakaan antara warga-warga lain yang selamat. Sebagian di antara mereka memuji lelaki tadi karena menyelamatkan istrinya terlebih dahulu. Karena anak toh bisa di buat lagi
Sebagai yang lain justru mengecam karena harusnya anak yang merupakan titipan tuhan harus lebih di dahulukan. Sedangkan istri kan bisa di cari lagi.
Akhirnya warhga tadi sepakat untuk mendatangi si lelaki dan menanyakan alasan mengapa dia lebih memilih istrinya dari pada sang anak yang masih kecil. Lelaki itu menjawab, “Anda semua pasti tahu bagaimana air bah itu menyerang. seberapa cepat dia menghantam. Sungguh, tolong katakan pada saya apakah ada manusia yang mampu berpikir dalam situasi seperti itu. Saat itu saya hanya melihat istri saya di dekat saya dan memang hanya dia yang bisa saya jangkau. makanya saya menyelamatkannya. Tapi begitu saya berbaik, saya tidak bisa menemukan anak saya. Anda saya berpikir terlebih dahulu untuk menentukan mana yang terbaik, mungkin saya tidak akan menyelamatkan kedua-duanya”
Dari ceita tadi dapat dilihat bahwa untuk beberapa kasus kita tidak di tuntut untuk berpikir terlalu lama. Begitu pun dengan kesempatanb, begitu ada kesempatan bagus untuk anda, tangkap dulu. karena kemungkinan besar kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya. Berpikir tentu sangat perlu, tapi bukan berarti anda harus menghabiskan seluruh waktu anda hanya untuk berpikir dan menimbang berbagai kemungkinan.
Jadi menurut anda gimana? Setuju dengan pendapat saya? Atau anda punya p3endapat sendiri???





isran berkata
jadi bingung nih